Monday, November 26, 2012

Semenanjung Cinta


Langit terlihat hitam legam, tak ada sedikit pun cayaha yang di perlihatkannya kepada bumi. Aku berdiri di depan kamarku melihat langit yang sangat tidak bersahabat, tetapi temanku mengatakan sesungguhnya semua langit mengikuti perintah Tuhan dan sesungguhnya semua yang ia berikan adalah berkah untuk kita.
Aku terdiam sejenak, menyaksikan dua dunia begitu gelap, langit bumi dan langit hatiku. Apakah semua ini berkah untukku? Atau kesusahan yang harus aku tanggung? "Hanya Tuhan yang tahu", Kata temanku yang sepertinya dapat membaca isi hatiku. Aku hanya melemparkan senyuman kecut kepadanya. Diam melihat dan mencerna semua kejadian alam ini dengan kepala terbuka.
Tiba-tiba ada suara yang terlintas di pikiranku, "Apakah harus kau lepaskan semuanya?" Aku mencoba mencerna maksud dari pertanyaan itu, tapi aku sudah terlalu lelah untuk berfikir. Aku mengucapkan salam perpisahan untuk langit dunia yang begitu gelap, lalu aku masuk ke dalam kamar dan berbaring di atas kasurku yang keras. Bantal yang sudah tak jelas warnyanya setia menunggu ku untuk meletakkan kepala ku yang sudah lelah berfikir.
Aku mencoba untuk pergi ke pulau kapuk, tapi otakku tak mengizinkanku dengan memberikan pertanyaan, "Apa kah dia masih ada di sana? Atau sudah pergi? Kau pun tak memikirkan itu kan?" Aku hanya diam tak berbahasa, diam tak berani mengambil kesimpulan dan hingga pada akhirnya tanpa aku sadari aku sudah pergi menuju pulau kapuk.

No comments: