berjalan
dalam gelapnya malam, tak ada sedikit pun cahaya, berharap berjalan lurus,
tetapi kenyataannya tidak ada yang tahu, seperti hanya berjalan di tempat. Pagi
ini begitu dingin, hingga tulangku kaku, tak kulihat bintang dan bulan, mereka
enggan melihatku, mungkin saja. Tak terasa sudah 10 tahun aku tak pernah
berjumpa dengan dirinya, wanita anggun dan solehah. Aku sedang berjalan di
dalam pusat perbelanjaan terbesar di ibu kota malam kemarin, tak sengaja aku
melihat seseorang yang mirip dengan dirinya, hanya saja, ia tak seperti dahulu,
pakaiannya yang minim dan berpoleskan kosmetik di wajahnya. Saat aku ingin
menghampirinya, ada seorang lelaki setengah baya menghampirinya dan mereka pun
bergandengan tangan berjalan menjauh dariku. Semenjak itu aku terus memikirkan
kerjadian kemarin malam. Apa kah benar itu dirinya? Entah lah, aku tidak yakin
dengan pemikiran dan perasaanku, mereka saling bertolak belakang. Pemikiranku
mengatakan itu adalah dirinya, tetapi perasaanku mengatakan dia bukanlah
dirinya.
Selama
seminggu berturut-turut aku selalu datang ke sana berharap bertemu dengan
dirinya, tetapi aku tidak menemukan dirinya. Hingga pada suatu hari di acara
pameran mobil, aku bertemu dengan dirinya, ia mengenakan pakaian putih dan
minim, layaknya seorang SPG mobil. Aku menghampirinya dan bertanya banyak hal
tentang mobil yang ia jaga. Tak terlihat dari wajahnya kalau ia ingat denganku.
Setelah
acara usai, aku menghampirinya dan langsung blak-blakan bertanya namanya, saat
aku menanyakan namanya, mukanya langsung berubah sangat merah malu, kemudian
lari meninggalkan diriku. Kenapa? Kenapa ia lari? Apakah ia memang dirinya yang
aku kenal dahulu?
No comments:
Post a Comment