Monday, November 26, 2012

Takdir


Aku melangkah menelusuri pinggiran pantai yang tak terlihat ujungnya, pagi hari ini tidak ada orang yang terlihat di sini, yang terdengar hanyalah deburan ombak yang saling sahut menyahut. Aku melangkah tanpa mengenakan alas kaki, merasakan dinginnya pasir putih ini.
Dari kejauhan, aku melihat seseorang sedang berjalan kearah pantai, sepertinya ia seorang wanita, terlihat dari penampilannya, rambut panjang, mengenakan kemeja putih yang kebesaran untuk tubuh mungilnya. Dengan tatapan kosong kedepan ia masuk ke dalam air, aku berlari ke arahnya dengan sekuat tenagaku. Ketika aku sampai di sana, kepalanya sudah tenggelam oleh dalamnya pantai.
Tanpa berfikir panjang, aku menariknya keluar dari pantai dan merebahkan tubuhnya di pinggir pantai, ia terbatuk-batuk mengeluarkan air. "Apa kau mau bunuh diri?" Tanyaku sedikit keras. Ia hanya tersenyum dan langsung jatuh pingsan. Seketika aku langsung menjadi panik, aku menggedongnya dan membawanya ke pos pertolongan yang ada di dekat pantai.
Aku tidak tahu akan menghubungi siapa, karena ia tidak membawa tanda pengenalnya. Terpaksa aku menunggunya hingga ia siuman. Selang satu jam ia pun akhirnya siuman, aku yang duduk di sebelahnya langsung memanggil perawat yang sedang bertugas. Setelah mengecek kondisi tubuhnya, perawat itu mengatakan kalau ia sudah tidak apa-apa.
"Terima kasih banyak, tadi kamu bertanya apa kah aku ingin bunuh diri? Tidak, aku tahu aku akan di selamatkan oleh seorang lelaki dan ternyata benar, kau telah menyelamatkanku" Ucapnya sambil tersenyum manis.

No comments: