Monday, November 26, 2012

Inginku


Kau adalah satu dari sekian orang yang kalah, kau termasuk golongan yang membebani orang lain, semua orang kecewa dengan dirimu!, kata-kata itu selalu berputar-putar di dalam kepalaku, tak pernah terlupakan walau hanya satu kata saja. Aku duduk terdiam di pinggiran jalan yang penuh dengan kendaraan lalu lalang, seperti takut kehilangan waktu berharganya, hanya aku yang duduk menghabiskan waktuku untuk melihat kendaraan-kendaraan tersebut. Aku tidak punya rumah, aku tidak punya keluarga, aku tidak punya apa-apa, yang ku punyai hanyalah tubuh yg utuh, pakaian yang sudah lusuh dan diri yang hina.
Aku rindu dengan suasana hangatnya sebuah keluarga, melupakan segala penghargaan diri, yang ada hanyalah kasih sayang yang tulus. Tapi itu hanyalah sebuah impian belaka, yang terakhir aku lihat hanyalah air mata seorang ibu dan amarah seorang ayah. Aku sebagai orang yang hina tidak berhak untuk tinggal di sana, hanya membawa beban dan malu, lebih baik aku pergi jauh dan melupakanku, aku yang tak pantas untuk di ingat dan di kasihi, karena aku hanya seseorang yang tidak lebih dari sampah.
Aku hanya duduk dan duduk, tanpa melakukan apa-apa, hanya menyaksikan semua kesibukan yang ada di depan mataku. Aku hanya berharap ajal datang dan semuanya akan hilang begitu saja, Aku melihat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi berjalan lurus ke arahku, aku tidak berusaha melarikan diri, tetapi hanya diam dan menatap dalam kendaraan tersebut. "BUUUGGGGGGG" Aku merasakan sakit yang sangat dan aku sadar aku sedang terbang terpelanting dan akhirnya ""BBBUUUGGGG" tubuhku mengenai sesuatu yang kokoh di belakangku, dengan cepat aku hilang kesadaran.
Aku membuka mataku, aku merasakan tubuhku sangat ringan, tanpa beban, "Apa aku sudah mati?" Yang aku lihat hanyalah ruangan tanpa ujung dan semuanya bewarna putih terang, pakaianku tetap lusuh. Aku berjalan mengelilingi ruangan tanpa ujung tersebut, hingga aku mendengar sesuatu, "Belum waktumu untuk ke sini, kembali lah". "Apa maksud mu? Aku tidak mau kembali, aku tidak di butuhkan di sana!" Bentakku dengan keras.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka" Ucap suara tersebut. Aku hanya bisa diam, aku telah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi, aku dapatkan hanyalah emosi marah dan tangis. Tiba-tiba aku terhempas dan merasakan sakit seperti terjatuh dari ketinggian.

No comments: