Wednesday, October 26, 2011

Orkestra kala hujan

Suara rintik hujan yang mulai mereda membuat sebuah okestra tersendiri, hembusan angin lembut menemani oskestra yang membuat hati semua orang bercampur aduk, kegelisahan, kegundahan, kebahagiaan, dan amarah.

Aku duduk menikmati orkestra tersebut seorang diri, hingga aku menemukan sesuatu, sesuatu yang seharusnya biasa saja, tapi kali ini aku merasakan getaran dalam hati dan tubuh ini. Aku bahagia dan takut, bahagia karena menemukannya, takut bila kehilangannya lagi.

Aku selalu berharap dapat menjaganya walaupun ia tak meminta, berharap selalu didekatnya walau ia tak tahu, selalu memperhatikan walau ia tak merasakannya.

Kisah yang tak akan mungkin berhenti hingga akhir hayat. Kisah yang penuh cita dan duka, kesedihan dan kebahagiaan, tawa dan tangis. Setiap nada yang terdengar menjadikan melodi kehidupan, melodi yang akan selalu ada walau tak terlihat.

Sepertinya orkestra kala hujan tak ingin meninggalkanku sendiri, ia terus memainkan nada-nada indah dan juga terkadang terasa perih, orkestra yang selalu mengerti keadaan pendengarnya, aku salah satunya.

Kini hatiku ikut menemani orkestra kala hujan yang lembut dan indah, memadukan nada yang hilang dari orkestra kala hujan, menjadikan sebuah maha karya yang tak dapat di bayar dengan apa pun.

No comments: