Waktu tak lagi berjalan, berlari seakan merasakan kebebasan. hingar bingar kota yang bergerlapan cahaya lampu hias sehingga membuat malamnya kota seakan tidak akan pernah mati. Jalanan yang penuh dengan kendaraan yang berlalu lalang tanpa merasa letih dan lelah. Tempat - tempat makan yang selalu buka setiap malam tak mengenal hari libur terbuka lebar di pinggir - pinggir jalan.
Di sebuah sudut kota terlihat banyak anak muda berkumpul - kumpul untuk menghilangkan rasa penat mereka di rumah, sekolah dan kehidupan ordinary mereka. Mereka tertawa dan bersenda gurau bersama teman - teman mereka, tapi yang tidak pernah terlupakan oleh mereka adalah membawa minuman keras. Semboyan mereka "Ga merokok ga gaul, ga minum ga hidup". Semboyan yang di pakai remaja masa sekarang yang mentalnya sudah benar - benar bobrok. Kita tidak bisa menyalahkan mereka seutuhnya, karena itu adalah tanggung jawab orang tua juga sebagai orang yang di beri titipan oleh Allah SWT.
Diego, itu lah nama salah seorang dari remaja yang sedang berkumpul di sana bersama teman-temannya, remaja tinggi dan berkulit kuning dengan rambut belah tengah serta pakaiannya yang stylist remaja jaman sekarang. Ia sekarang duduk di kelas 2 SMA di sekolah swasta yang terkenal di kota itu, ia juga pemain basket dan menjabat sebagai ketua tim basket di sekolahnya. Prestasinya di sekolah sangat bagus sekali, tak heran bila banyak wanita yang mengejar - ngejar dirinya. Tapi di luar itu dirinya adalah anak yang sangat liar, suka clubbing, minum minuman keras berasama teman - temannya.
Setiap pagi anton pergi kesekolah mengendarai motor pemberian ayahnya, yaitu Satria FU. Ia jarang bertemu dengan ayahnya karena ayahnya sering keluar kota sibuk dengan urusan kantornya. Ibunya meninggal dunia saat Diego berumur 6 tahun.
di malam itu, Diego beranjak dari rumahnya bersama motor kesayangannya. Di dalam perjalanan dirinya melewati sebuah mushola kecil dan saat itu Adzan Isya sedang berkumandang, di dadanya seketika tersentak mendengarkan kumandang Adzan Isya tersebut. Kemudian dirinya meminggirkan motornya untuk berhenti, ketika motornya berhenti di dekat mushola tersebut, ada seorang wanita yang umurnya tidak jauh beda dengan dirinya yang mengenakan jilbab putih terseyum pada dirinya. Diego dengan spontan membalas senyuman wanita tersebut, di belakang wanita itu ada seorang bapak-bapak yg berumur datang kepadanya seraya bertanya,"Ikut sholat nak?"
Diego semakin merasa aneh dengan kejadian tersebut, Diego diam sejenak dan membalas pertannyaan bapak itu dengan jawaban, "Iya pak, nanti saja, saya ada urusan". Bapak itu pun tersenyum dan melanjutkan jalannya menuju mushola kecil itu.
Setelah Adzan Isya selesai di kumandang kan Diego kembali melanjutkan perjalanannya tempat dirinya nongkrong.
dalam perjalanan, dirinya selalu memikirkan kejadian tadi. Sesampainya tempat nongkrong, Diego tidak langsung menemui teman-temannya tapi masih memikirkan kejadian tadi.
wanita yang tersenyum padanya begitu cantik dan menawan, padahal di sekolah nya banyak yang menggunakan jilbab tapi tak ada yang seindah itu. Ajakan seorang bapak yang tak bertanya dulu dirinya beragama apa dan tiba-tiba mengajak dirinya untuk sholat dan yang paling aneh ketika dia mendengarkan adzan Isya tersebut, dadanya terasa sesak ingin menangis.
sekitar 15 menit Diego memikirkan hal tersebut dan di buyarkan oleh temannya yang baru saja tiba di sana.
"oi go, ngelamun aja lo, ga biasanya lo melamun"
Diego tersentak dan langsung memukul lengan temannya itu seraya berkata,"Haahaa, sialan lo raf, kaga ngelamunin apa-apa, yok jalan"
mereka pun langsung berjalan menuju tempat mereka berkumpul. Di sana mereka kembali tertawa dan bercanda bersama hingga pukul 4 pagi, Diego langsung merasakan kantuk yang sangat. Diego langsung pamit ke teman-temannya untuk pulang. Teman - temannya menertawakan Diego karena jam segini Diego sudah mengantuk, tapi mereka juga tahu kalau Diego ada masalah dan itu kelihatan dari raut mukanya selama mereka berkumpul - kumpul. Diego pun berjalan menuju ke arah parkiran motor tanpa menghiraukan gurauan dari teman - temannya.
motor pun di ambil dan diego langsung pergi meninggalkan tempat dirinya dan teman-temannya berkumpul, dalam perjalanan pulang dirinya mendengarkan lagi Adzan subuh dan dirinya dalam keadaan sangat mengantuk dan mabuk, seketika motor yang di kendarainya oleng dan terhempas ke bahu jalan dan Diego tak sadarkan diri.
Ketika Diego pingsan, dirinya bermimpi berada di suatu tempat yang ia tak kenal dengan tempat itu, ketika merasa kebingungan datang seseorang dari belakang dan menepuk pundaknya seraya berkata, "Anakku, jangan lah engkau bingung, ikutlah denganku"
Diego masih merasa bingung dan mengikuti orang tersebut seperti kerbau di cocok hidungnya, seorang pria setengah baya mengenakan pakaian serba putih berjalan di depannya. Diego di bawa ke mushola yang pernah ia lihat sebelumnya dan
No comments:
Post a Comment