By Yudha Prisnanto
jam sudah menunjukkan pukul 7 malam dan perutkun pun mulai terasa sakit (kelaparan)
anak kostan pun pergi semua dengan urusannya masing-masing.
akhirnya aku menelefon temanku yang kostan nya tak jauh dari kostan ku.
Aku : cha, makan yok, gue lapar banget nih
Ucha : yok, tapi nunggu Ratri selesai mandi
Aku : ya udah (pasrah, karena Ratri kalau mandi lama banget)
Ucha : ato ga lo ke kostan gue aja, sekalian ajak Hang
Aku : sip
telefon pun di matikan. Aku bergegas menuju ke kostan Hang untuk mengajak makan bareng. sesampainya di kostan Hang aku baru berfikir apa dia belum makan atau sudah makan. aku langsung menuju kamar Hang dan mengajak Hang makan dan kebetulan dia juga belum makan.
akhirnya jam setengah delapan lewat kami baru jalan. sampai di simpang syahdan ada seseorang yang menepuk pundak ku dan secara reflek aku langsung melihat kebelakang dan ternyata yang menepuk pundak ku adalah ibu-ibu tua. Ibu itu bertanya
I : Mau ke mana nak?
A : mau pergi makan bu, ada apa bu?
I : begini nak, Ibu mau pulang, tetapi duit ibu ternyata tidak cukup. bisa pinjam duit kamu nak? dua ribu saja nak untuk bayar angkot
A : emang ibu dari mana?
I : Ibu tadi pergi belanja dan ketika pulang ibu salah naik angkot dan duit ibu tidak cukup untuk pulang
A : saya tidak punya uang dua ribu bu, yang ada hanya lima ribu. jadi uang ini untuk ibu saja
I : aduh nak, jangan banyak-banyak, dua ribu saja sudah cukup nak
A : tidak apa-apa bu, saya ikhlas kok. kalau ibu pinjam berarti ibu wajib mengembalikannya. tetapi bila saya memberikan uang ini, ibu tidak perlu mengembalikannya.
I : Syukur Alhamdulillah nak, ibu doa kan agar kamu di beri kemudahan oleh Allah dalam segala hal. terima kasih banyak nak
A : Amin, terima kasih bu. tujuan ibu mau kemana?
I : ke tanjung duren nak
setelah ak memberikan uang tersebut aku langsung pamitan sama ibu tersebut dan langsung menyusul teman-temanku.
Aku membayangkan jika ibu kita sedang jalan dan tidak cukup uang atau kecopetan sehingga tak ada uang untuk pulang.
Apa yang akan kita pikirkan.
aku membuat tulisan ini setelah membaca tulisan dari blognya si bagus, aku teringat kejadian itu.
thanks for Bagus DDL
No comments:
Post a Comment